Abrar sedang Bergaya


Labels: Abrar
Just ordinary Mother .:Straight your Plan, Complete your Effort , Raise your Tawakkal:.
Labels: Abrar
1. Do'a Dianugrahi Istri dan Anak yang Shaleh
1. Jangan membiarkan suami anda memandang dalam keadaan anda tidak menggembirakannya. Wanita yang paling baik adalah wanita yang selalu membuat suaminya bahagia.
Labels: Hukum Islam
Oleh Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta
Labels: Hukum Islam
Hari ini aku belajar memperbaiki blog tercintaku ini, maklum masih gaptek so masih nanya sana-sini
Labels: Family
Anak balita memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyerap kepandaian dan informasi baru dibandingkan anak yang berusia lebih tua. Penelitian menunjukkan, mengenalkan pada kegiatan membaca, bahasa, dan matematika sejak usia balita, akan membuat mereka lebih mudah menangkap pelajaran tersebut nantinya.
Berikut sejumlah cara yang bisa mendorong serta melatih mereka agar memiliki otak cerdas.
1. Mengajak bicara. Ceritakan tentang apa saja padanya. Yang jelas, anak jadi tahu, dia merupakan pusat perhatian Anda. Hal ini akan mendukungnya di dalam perkembangan pengetahuan bahasa dan pemikirannya.
2. Pilih buku anak-anak dengan huruf yang besar dan gambar yang jelas. Hal ini akan menolong anak mengerti apa yang mereka lihat dan juga pelan-pelan belajar membaca kata.
3. Beli kaset/VCD/DVD berbahasa asing. Akan lebih mudah untuk anak balita menangkap bahasa asing daripada di kemudian hari.
4. Beli software komputer untuk anak balita. Banyak software yang melatih kemahiran menggunakan keyboard karena sebelum berusia 2,5 tahun anak cenderung sulit menggunakan mouse.
5. Beli huruf abjad yang terbuat dari plastik dan simpan di kamar mandi. Setiap kali mandi, perkenalkan huruf baru dan lakukan berulang-ulang hingga anak hafal. Dengan cara itu, pelan-pelan anak akan mulai belajar adanya hubungan antara berbicara dan menulis di dalam bahasa.
6. Selalu lakukan pengulangan. Banyak orang tua merasa frustrasi jika anaknya berulang-ulang membaca satu halaman di buku yang sama atau menonton film/VCD yang itu-itu saja. Jangan sebal dan panik! Ini merupakan suatu bagian penting di mana anak mengenal proses informasi.
7. Beli huruf-huruf dan angka-angka yang terbuat dari magnit. Hal ini memungkinkan anak bermain sambil belajar di depan lemari es. Kenalkan kata-kata yang baru setiap minggu.
8. Bacakan suatu cerita setiap hari. Baca dengan intonasi dan ekspresi seperti kita sedang bermain drama.
9. Ingat, pendidikan jasmani berhubungan langsung dengan pendidikan akademis. Penelitian menun-jukkan, perkembangan otak juga berhubungan erat dengan pendidikan jasmani, seperti merangkak sebelum usia 1 tahun. Jika Anda dan si balita sering melakukan aneka kegiatan olahraga bersama, hal ini dapat membantu menambah perkembangan fisik serta otak anak. Entah itu berlari-lari, naik kuda, berenang, dan lainnya.
10. Beli satu set pelajaran dan pendidikan untuk anak balita. Termasuk di dalamnya buku-buku, video, kaset, dan bagaimana caranya mengajarkannya. Baca dan belajarlah berdua anak. Membeli ensiklopedia bergambar khusus untuk anak pun, tak ada salahnya.
1. Do'a Ketika Bangun Tidur
Labels: Abrar
PPLH IPB mengawali kiprahnya pada tahun 1973 di sebuah ruangan seluas 200 m2 di Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Raya Pajajaran, Bogor. Kini PPLH IPB berkantor di sebuah gedung permanen berlantai empat dengan total luas lantai 2000m2 dan dibangun di atas danau seluas 3 ha di kampus IPB Darmaga, Bogor.
Lingkup kegiatan PPLH IPB meliputi: Penelitian; Pelatihan; Seminar, Diskusi dan Pertemuan Ilmiah; Layanan Konsultasi; Jasa Laboratorium Lingkungan; Jasa Perpustakaan dan Informasi.
Kompetensi Utama PPLH IPB meliputi Penelitian, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di bidang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, sedangkan Kompetensi Khusus berupa:
1. Analisis kebijakan pengelolaan sumber daya hutan, tanah dan air berbasis pendekatan ekosistem.
2. Pengelolaan limbah berbasis teknologi bioremediasi.
3. Pembangunan pertanian dan pedesaan yang berkelanjutan.
4. Pengembangan perangkat pengelolaan lingkungan di tingkat organisasi (AMDAL, ISO 14001, Audit Lingkungan).
5. Analisis kebijakan untuk merespons perubahan lingkungan global.
6. Monitoring kualitas lingkungan (kualitas air, udara ambien dan emisi, biota akuatik dan sosial ekonomi).
7. Pengelolaan sumber daya alam berbasis pemberdayaan masyarakat
Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON.
oleh Nooviyanti U
Apa yang kamu ingat ketika akhir bulan Desember kembali menyapa. Yah, berarti tahun akan berakhir. Berbagai kesibukan di kantor-kantor untuk tutup buku di akhir tahun. Berjuta orang sibuk memikirikan akan mengakhiri tahun di berbagai tempat wisata. Ada juga yang mengadakan acara akhir tahun dengan muhasabah bersama, mengadakan mabit di mana-mana.
Saya tertegun. Saya bukan orang kantoran. Saya freelancer yang sedang merintis usaha saya di bidang layanan penerbitan. Akhir tahun ini saya tidak terlalu sibuk karena beberapa pekerjaan sudah selesai. Evaluasi pastinya, sambil melihat-lihat kinerja saya dan tim kami.
Tapi, saya sadari kesibukan di tahun ini mengambil begitu banyak waktu saya untuk bergelut dalam pekerjaan dan kesibukan duniawi.
Malam ini saya seperti dihadapkan pada dua keadaan. Awal obrolan di awal malam bersama teman-teman komunitas. Mereka mempunyai rencana untuk mengkhiri tahun bersama di sebuah tempat sambil rekreasi. Saya sih senang-senang saja. Setiap ada pertemuan dalam komunitas yang saya ikuti, pasti saya menemukan banyak hal. Banyak pelajaran yang bisa saya petik dari teman-teman saya.
Akhirnya, rencana tersebut terpentok waktu. Saya sendiri pun mengingat-ingat kalau banyak hal juga yang ingin saya lakukan di komunitas lain.
Malam makin larut. Ketika saya masih melakukan aktivitas saya. Kemudian, diri saya diajak kembali mengingat kejadian 3 tahun silam. Saya membuka sebuah blog di kontak saya, tentang Tsunami Aceh berikut video yang direkam oleh Cut Putri.
Saat itu rasanya saya hanya mampu diam. Tertegun lama menatap layar monitor. Merinding mengingat kejadian yang sangat dahsyat itu. Kematian masal dalam waktu yang sangat cepat... Merasakan kalau kematian begitu dekat...
Akhir tahun yang sangat memilukan. Siapa yang pernah tahu akan ada kejadian yang sangat dahsyat itu. Siapa menyangka, kalau tiap detik begitu berarti. Siapa menyangka justru peristiwa itu terjadi di akhir tahun. Ketika begitu banyaknya manusia dunia bersuka ria, bergembira untuk hanya menutup tahun mengikuti kebiasaan orang barat.
====================
Ya Allah, terimakasih Kau mengingatkan saya. Mengingatkan kembali pada peristiwa yang begitu memilukan. Yang membuat saya kembali berpikir dan menengok ke belakang. Betapa banyaknya cobaan dan ujian yang telah Kau berikan. Berbagai bencana merebak di penjuru negeri tercinta ini. Tragedi Tsunami, Gempa Yogya, lumpur Lapindo, dan masih banyak lagi.
Ya Allah, terima kasih Engkau ingatkan saya lagi pada berbagai peristiwa di dunia fana ini. Mengingatkan saya kembali kepada kesemuan dunia ini.
Ya Allah, jangan jadikan hati hamba sekeras batu hingga tak sanggup lagi peka ketika menghadapi bencana.
Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini... Berilah kesempatan kepadaku hingga masih mampu terus memperbaiki diri dan belajar.
Banyak cara memperoleh setrum. Tanpa PLN, kita masih bisa punya listrik, bukan cuma untuk rumah, tapi juga untuk usaha.
Budi Nugroho, Mohammad Syafei
Tanpa listrik, dunia terasa kiamat. Hampir segala hajat kita, terutama yang di kota, tergantung dengan listrik--dari kebutuhan pokok sampai hiburan. Hitung saja: pompa air, rice cooker, kompor, mesin cuci, kulkas, komputer, televisi, dan lain sebagainya perlu listrik. Belum lagi peralatan rumah sakit, yang bisa membuat pasien gawat tanpa listrik. Lalu, kiamatkah kita tanpa PLN, Perusahaan Listrik Negara? Ternyata tidak. Pergilah ke Ciwidey, 50 kilometer barat daya Kota Bandung. Di perkebunan teh di sana, Sabtu dua pekan lalu, diresmikan pemakaian listrik yang dihasilkan oleh mini hydro power. Perkebunan seluas 500 hektare ini terletak di tengah-tengah hutan cagar alam Gunung Tilu dan berada kurang lebih 1.400 meter di atas permukaan laut--kondisi yang menyulitkan PLN memancangkan tiang-tiangnya. Memang, ini bukan listrik pertama di perkebunan yang dibangun pada tahun 1932 dan kini dimiliki oleh PT Chakra itu. Dulu, perkebunan itu menggunakan listrik diesel. Dan selama bertahun-tahun kesulitan mesti ditanggung: mengangkut solar sekitar 25.000 liter per bulan agar mesin diesel tetap bisa berputar. Maklum, sekitar 15 kilometer menjelang lokasi perkebunan, jalanannya menanjak, malah belakangan rusak dan berbatu-batu.
Untunglah Rachmat Badruddin, Direktur Chakra, tak lalu cuma berdoa agar truk-truk tangki pengangkut solar tak terguling. Dua tahun lalu, diadakanlah survei. Hasilnya, aliran sungai Cikahuripan dan Cimeri yang melintas di sekitar perkebunan mempunyai potensi untuk membangkitkan energi listrik. Maka, segera diputuskan untuk memanfaatkan karya Sang Mahapencipta itu. Dengan pinjaman lunak dari USAID sebesar US$ 200 ribu, PT Chakra tinggal memerlukan US$ 150 ribu untuk membuat dua sungai itu mengalirkan setrum.
Tanpa hambatan berarti, terpasanglah mesin mini pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 240 kilowatt. Turbin itu menggantikan mesin diesel yang selama ini dipakai untuk proses produksi di perkebunan penghasil 1.200 ton teh kering per tahun itu. Selain itu, 30 persen listrik yang dihasilkan juga akan disalurkan ke rumah-rumah pekerja di sekitar perkebunan. Kini, lebih dari 1.000 karyawan tinggal di sekitar pabrik. Setiap rumah mendapat jatah 150-250 watt. Menyadari pentingnya kestabilan pasokan air yang menjadi penggerak mini hidronya, Chakra berencana meluncurkan program pelestarian daerah hutan dan sekitarnya. Salah satu programnya, papar Rachmat, melibatkan warga sekitar perkebunan, yakni menghentikan penebangan liar. Caranya, PT Chakra menyediakan modal agar warga menjadi petani teh, dan Chakra pula yang akan membeli daun-daun teh itu untuk dijadikan penghilang dahaga. Peluang ini ada, karena selama ini Chakra masih membeli daun teh dari perkebunan lain.
Televisi 21 Inci
Listrik alternatif tak harus ratusan kilowatt seperti di perkebunan teh itu. Pergilah ke Kampung Garung, Desa Panyindangang, Garut, Jawa Barat. Sejak 10 bulan lalu, Kampung Garung sudah mempunyai setrum yang bukan dari PLN. Turbin pembangkit listrik di sini berkapasitas 15 kilowatt. Konon, bila kampung yang terpencil 80 kilometer dari Kota Garut itu menunggu tegaknya barisan tiang listrik, bisa bertahun-tahun. Adalah Sungai Cipaleubuh yang dimanfaatkan warga Kampung Garung untuk menjadi sumber setrum yang dinamakan PLTP atau Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro Cipaleubuh. Dari 117 kepala keluarga di Kampung Garang, 70 di antaranya sudah menjadi pelanggan PLTP Cipaleubuh itu.
Inilah proyek percontohan Yayasan Bina Usaha Lingkungan (LSM yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat) yang didukung oleh UNDP, lembaga pembangunan PBB. Menurut Nina Natalina dari YBUL, turbin listrik Cipaleubuh adalah bagian dari program pemberdayaan pedesaan. Pembangunan PLTP itu membutuhkan biaya Rp 90 juta untuk pembelian mesin turbin dan Rp 15 juta untuk jaringan. Biaya per bulannya sekitar Rp 50 ribu saja untuk membeli pelumas. Dan warga Kampung Garung tak menerimanya dengan gratis. Dalam 12 tahun, Lembaga Pengelola Keuangan Masyarakat Karya Mukti (pengelola PLTP tersebut) harus membayar Rp 625 ribu per bulan kepada YBUL. Sedangkan untuk pemasangan jaringan, setiap kepala keluarga dibebani biaya Rp 350 ribu yang dicicil selama tiga bulan.
Tapi sementara ini kami baru bisa membayar Rp 550 ribu per bulan, karena jumlah pelanggan belum memenuhi target, kata Sutiya, Ketua Karya Mukti. Tak jelas, berapa pelanggan targetnya. Yang sudah bisa dihitung, setiap pelanggan PLTP Cipaleubuh dikenai iuran Rp 15 ribu per bulan untuk daya 110 watt. Hanya dua keluarga yang ditarik Rp 30 ribu per bulan karena meminta 200 watt. Sebab, televisi keluarga itu 21 inci sehingga butuh setrum lebih banyak. Di luar televisi, di sini berlaku semboyan biar mahal asal hemat dan lebih terang: digunakanlah lampu hemat energi. Memang, setrum non-PLN tak bisa dipakai sepanjang hari. PLTP Cipaleubuh hanya mengalirkan listrik antara jam lima sore hingga enam pagi. Ada perkecualian, memang. “Waktu Piala Dunia, kalau ada pertandingan siang, listrik dinyalakan,†tutur Sutiya, lulusan Sekolah Guru Olahraga di Bandung, yang memilih jadi petani.
Benar, ada juga suka duka listrik alternatif. Di Kampung Garung, listrik pernah mati selama dua minggu, yakni ketika debit air Sungai Cipaleubuh menurun di musim kemarau Oktober lalu. Itu sebabnya PT Chakra menyusun program melindungi lingkungan sekitar perkebunan tehnya.
Dunia Belum Kiamat
Sebenarnya, listrik tenaga air di perkebunan bukan barang baru. Menurut Ipin Zaenal Aripin, Koordinator Teknik Chakra, di banyak perkebunan teh masih bisa ditemui bekas-bekas turbin listrik peninggalan Belanda. Bahkan, beberapa masih ada yang berfungsi, misalnya di Perkebunan Teh Megawatie milik PT Surya Andaka Mustika, Bandung. Tak dikembangkannya turbin mini itu mungkin karena dibutuhkan modal yang agak besar, dan sebelum harga minyak solar naik, mesin diesel jelas lebih murah. Selain itu, di negara yang padat penduduknya ini, ihwal memelihara lingkungan hidup memang belum populer benar, sehingga turbin mini yang tanpa polusi itu tak diprioritaskan. Ada lagi energi alternatif lainnya. Bukan hanya ada api dalam sekam, tapi ada juga listrik dalam sekam. Wisnu Nugroho, Direktur PT Tunas Mekar Adiperkasa--perusahaan pengolah aspal-pernah ikut dalam proyek gasifikasi sekam/jerami padi di Majalengka, Jawa Barat dan Randublatung, Cepu, Jawa Tengah, pada awal 1990-an, semasa masih jadi mahasiswa ITB. Gasifikasi merupakan proyek pengadaan listrik dengan mengandalkan limbah sekam yang banyak ditemui di sentra-sentra penggilingan padi. Bila hidup listrik sekam ini cuma tiga tahun, bukan karena ada api dalam sekam. Masuknya listrik PLN dengan tarif murah menjadikan gasifikasi tidak efisien, tutur Wisnu. Padahal, katanya, dari listrik sekam itu diperoleh produk sampingan: sisa pembakaran sekam-berupa arang sekam-bisa dimanfaatkan untuk pupuk, bata ringan, aditif beton, dan filler (campuran untuk cat dan plastik). Menurut Wisnu, dengan perhitungan investasi minimal Rp 225 juta untuk 50 kilowatt listrik, dalam tempo dua tahun investasi itu akan mencapai BEP. Dan itu belum termasuk nilai arang sekam produk sampingannya.
Santai saja, dunia belum kiamat. Tak ada PLN, masih ada mini hidro dan lain-lain.
1. BRITISH PETROLEUM
Perkantoran Hijau Arkadia, Tower D
Jl. TB. Simatupang, Kav.88
Attention : Manager Of Human Resources Development
2.
Jl. H.R. Rasuna Said Kav.62
Attention : Manager Of Human Resources Development
3. ANADIAN PETROLEUM
Aminta House 4th Floor
Jl. Letjen TB Simatupang Kav.10
Attention : Manager Of Human Resources Development
4.
Jl. Gatot Subroto Kav 9-11
Attention : Manager Of Human Resources Development
5. ENERGY EQUITY, LTD
Plaza
Jl. H.R Rasuna Said Kav.X-7/No.6
Attention : Manager Of Human Resources Development
6. EXXONMOBIL OIL
Wisma GKBI, 27th-30th Floor
Jl. Jenderal Sudirman 28
Attention : Manager Of Human Resources Development
7.GULF
Wisma 46,
Jl. Jend. Sudirman Kav I
Attention : Manager Of Human Resources Development
8.HUSKY OIL INTERNATIONAL
Sentra Mulia
Jl.H.R. Rasuna Said, X-6/No.8
Attention : Manager Of Human Resources Development
9.KALREZ PETROLEUM LTD.
Wisma Pondok Indah Room 306
Jl. Sultan Iskandar Muda, Pondok Indah
Attention : Manager Of Human Resources Development
10.KUFPEC INDONESIA
Menara Citibank, 6th Floor
Jl. Metro Pondok Indah Kav.II BA
Jakarta 12310
Attention : Manager Of Human Resources Development
11.
Jl.Jend.Sudirman No.9
Attention : Manager Of Human Resources Development
12. MAERSK OIL
Wisma Bonauli, 5th Floor
Jl. TB. Simatupang Kav.15
Attention : Manager Of Human Resources Development
13.
Jl. Kemang Timur No.22
Attention : Manager Of Human Resources Development
14.PERMINTRACER PETROLEUM
Wisma Pondok Indah, Suite 508
Jl. Sultan Iskandar Muda Block V TA
Jakarta 12310
INDONESIA
Attention : Manager Of Human Resources Development
15. PHILLIPS OIL COMPANY
Mid Plaza 2, 25th Floor
Jl.Jend.Sudirman Kav 10-11
Attention : Manager Of Human Resources Development
16.SHELL COMPANIES IN
S. Widjojo Center, 4th Floor
Jl. Jend.Sudirman Kav.71
Attention : Manager Of Human Resources Development
17.TALISMAN (ASIA)
Setiabudi Atrium
Jl. H.R. Rasuna Said Kav.62
Attention : Manager Of Human Resources Development
18. TOTAL INDONESIE E&P
Kuningan Plaza 9th Floor, North Tower, Suite 901
Jl. H.R. Rasuna Said C11-14
Jakarta 12940
INDONESIA
Attention : Manager Of Human Resources Development
19.UNOCAL
Sentral Senayan I
Jl. Asia Afrika No.8
Attention : Manager Of Human Resources Development
20. VIRGINIA INDONESIA CO (VICO)
Kuningan Plaza, South Tower 11th Floor
Jl. H.R. Rasuna Said, C11-14
Jakarta 12940
INDONESIA
Attention : Manager Of Human Resources Development
21. YPF MAXUS SOUTHEAST SUMATRA
Jl. Jend.Sudirman Kav.52,
Attention : Manager Of Human Resources Development
Private Oil Companies
Jl. Jend. Sudirman Kav.26
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. CITRA PATENINDO NUSAPRATAMA
Graha Simatupang Tower 1 D, 4th Floor
Jl. TB. Simatupang Kav.38
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. EPS PETROLEUM
Jl. Cikini II/1A
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. EXSPANS KALIMANTAN
Bidakara Bidg.12th-17th Floor
Jl.Jend.Gatot Subroto Kav.71-73
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. EXSPANS
Bidakara Bldg 12th-17th Floor
Jl.Jend. Gatot Subroto Kav.71-73
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. GARIS ASTA TUNGGAL
Menara Imperium 9th Floor, Suite B
Jl. H.R. Rasuna Said Kav.1A
Attention : Manager Of Human Resources Development
GOLDEN SPIKE LTD (PT.KODEL)
Menara Rajawali, 20th Floor
Kawasan Mega Kuningan
Jl. Mega Kuningan Lot 51
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. GUNAKARSA ENERGY
Sutinah Bldg, 3rd Floor
Jl. Kemang Raya 2 A
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. HUMPUSS PATRAGAS
Jl. Taman Patra I/14
Attention : Manager Of Human Resources Development
Jl.Jend.Sudirman 3-4
Attention : Manager Of Human Resources Development
Jl.Kwitang Raya No.13
Attention : Manager Of Human Resources Development
IRIAN JAYA GAS & OIL CO.
Menara Cakrawala 19th Floor
Jl. M.H. Thamrin No.9
Attention : Manager Of Human Resources Development
Jl.Jend.Sudirman No.1
Attention : Manager Of Human Resources Development
Jl. HR. Rasuna Said Kav 62
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. MAYUMI MEGAKERTA SASANA
Jl. Tebet dalam IV No.85
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. PATRINDO PERSADA MAJU
Jl. Sutan Hasanudin 28
Attention : Manager Of Human Resources Development
Jl. Gatot Subroto Kav.23
Attention : Manager Of Human Resources Development
Jl.Rasuna Said, Kuningan
Jakarta 12920
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. PETRONUSA BUMIBAKTI
JL. Tanah Abang II 4th Floor
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. RADIANT ENERGY
Jl. Kapten tendean No.24
Attention : Manager Of Human Resources Development
SABA JATILUHUR LTD
Menara DEA 3rd Floor
Kawasan Mega Kuningan
Jl. Mega Kuningan Barat IX
Kav.F4.3/1
Attention : Manager Of Human Resources Development
SAGA PETROLEUM
Graha Pratama, 11th Floor
Jl. M.T Haryono Kav.15
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. SEMBRANI PERSADA OIL
LandMark center, Tower A,
Jl. Jend.Sudirman No.1
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. SIDDHAKARYA PILONA
Gedung Enterprise,
Jl. H.R Rasuna Said Kav.C5
Attention : Manager Of Human Resources Development
Jl. Kelapa Gading Blvd
Attention : Manager Of Human Resources Development
TRIDENT PETROLEUM LTD
Jl. Wijaya I/IIA
akarta 12170
Attention : Manager Of Human Resources Development
jl. Kemang Timur No.22
Attention : Manager Of Human Resources Development
WIRABUANA PETROLINDO
Wisma Dharma Niaga 2nd Floor
Jl. Abdul Muis 6-8-10
Attention : Manager Of Human Resources Development
Oil Field Service Companies
Jl. Cilandak KKO
Attention : Manager Of Human Resources Development
BAROID
Lippo Life Building,
Jl. H.R Rasuna Said Kav.B 10
Attention : Manager Of Human Resources Development
Jl. H.R Rasuna Said Kav.X-*
Attention : Manager Of Human Resources Development
ELNUSA SCHLUMBERGER LOG INTERPRETATION
Jl. Jend S. Parman KO. 105
Attention : Manager Of Human Resources Development
HALLIBURTON
Cilandak Commercial Estate #106
Jl. Cilandak KKO
Attention : Manager Of Human Resources Development
SCHLUMBERGER GEOPHYSICS NUSANTARA
Suite 1601, 16th Floor Sentral Mulia
Jl. H.R Rasuna Said, Kav.X-6, No.8
Attention : Manager Of Human Resources Development
Jl. Cikini Raya No.95
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. ABADI NUSA USAHASEMESTA
Jl. Raden Saleh
P.O. Box 4583
Attention : Manager Of Human Resources Development
Mc Donald’s
Jl. Jend. Sudirman Kav 54-55
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. SATELIT PALAPA
Jl. Daan Mogot Km.11
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. MOTOROLA
Gedung BRI II, Lt.30
Jl.Jend.Sudirman Kav.44-46
Attention : Manager Of Human Resources Development
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.56
Attention : Manager Of Human Resources Development
Jl. MT.Haryono Kav. 58-60
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. INDOSAT
Jl. Medan Merdeka Barat
Attention : Manager Of Human Resources Development
TELKOMSEL
GRAHA SURYA INTERNUSA
Jl. H.R Rasuna Said Kav. X-O
Attention : Manager Of Human Resources Development
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. CEMEX
24th Floor,
Jl. Jend.Sudirman Kav 52-53
Attention : Manager Of Human Resources Development
The
Gedung PT. PLN (Persero) Lt.1
Jl.Jend.Gatot Subroto Kav.18
Attention : Manager Of Human Resources Development
PT. COCA COLA AMATIL
Jl. Teuku Umar Km.46
Cibitung Bekasi
17520
Attention : Manager Of Human Resources Development
sumber: www.ajangkita.com