BUNDA ABRAR

Just ordinary Mother .:Straight your Plan, Complete your Effort , Raise your Tawakkal:.

Monday, July 30, 2012

Cerita Kehidupan di Bulan Ramadhan

Di bulan Juli 2012 ini kita memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah. Bulan yang penuh kemuliaan. Abrar mulai kami perkenalkan tentang puasa, dan alhamdulillah dia lulus puasa penuh dari hari pertama sampai hari keempat eiits..tapi apa dulu dong iming-iming hadiahnya jika dia lulus puasa satu bulan penuh?? Dengan penuh semangat dia teriak "Mas mau IPAD!" oalah nang...nang... Maknya aja gak punya hehehe. Tapi gak apa-apa lah Ayah dan Bunda okein aja (walo hati dag dig dug hihihi). Menuju hari kelima Abrar mogok sahur, malah rewel dan nangis-nangis, ya sudahlah berarti hari kelima dia gakbisa puasa, namanya juga latihan gakpapalah. Tapi yang dikeluhkan kemudian membuat kami khawatir, Abrar bilang kalo merasa sakit waktu pipis, rasa sakit itu udah dia rasakan sejak dua hari yang lalu. Hal itu membuat kami sangat khawatir karena dulu dia juga pernah mengalami hal serupa, bahkan ada darah dalam air kencingnya, cerita selengkapnya bisa dibaca di Tentang Abrar.

Kami tidak mau menunggu lama, malam harinya abrar langsung kami periksakan ke dokter, dokter menyarankan untuk tes urine dan usg abdomen. Dari hasil USG diketahui bahwa terdapat batu di ginjal kanan abrar sebesar 2 mm. Ya Allah..semoga kami sabar menerima ujianmu, Abrar saat ini berusia 5 tahun 9 bulan, masih super aktif dan masih dalam masa pertumbuhan. Hal ini kedua kalinya ditemukan batu dalam saluran kemihnya. Batu Ginjal di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).

Dokter Anak menyarankan agar Abrar diperiksa oleh Dokter Spesialis Urologi. Setelah bertemu dan konsultasi dengan dokter tersebut, beliau hanya bisa menganjurkan agar abrar minum air putih yang banyak minimal 2 liter per hari dan sering loncat-loncat karena abrar masih terlalu kecil untuk mendapat tindakan. Dengan harapan agar batu tersebut bisa hancur sendiri dan luruh bersama air kencing. Disamping itu abrar harus diet kalsium karena diindikasikan tubuhnya mudah membentuk batu kalsium dari riwayat yang dia derita. Jadi dokter menganjurkan untuk tidak mengkonsumsi susu, keju, daging merah, mayonaise, dan bahan makanan lainnya yg berkalsium tinggi. Disamping itu kadar oksalat yang tinggi dalam air kemih, yang menyokong terbentuknya batu kalsium, merupakan akibat dari mengonsumsi makanan yang kaya oksalat (misalnya bayam, coklat, kacang-kacangan, merica dan teh). Dilema memang untuk anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Yah..kami sebagai orang tua mungkin hanya bisa membatasi asupan kalsiumnya tapi tidak bisa benar-benar menghentikannya.

Dokter menyarankan agar satu tahun kedepan agar abrar kembali di usg untuk mengetahui perkembangannya. Ya Allah, di bulan suci ini kami mohon kepadaMu berikanlah kesehatan selalu untuk kedua buah hati kami, angkat segala penyakitnya, sembuhkanlah abrar hanya kepadaMu kami memohon Asy Syaafi, yang Maha Menyembuhkan. Dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkan aku,"
(QS. Asy Syu’araa’, 26:80)

Labels: ,

Wednesday, October 5, 2011

Doa Kami di Milad Abrar yang Kelima


Scrapbook at WiddlyTinks.com
Scrapbooking Ideas Photo Tinks by WiddlyTinks.com

4 Oktober 2006, lima tahun yang lalu bunda memelukmu untuk yang pertama kali. Anugerah indah dari sang Maha Rahim dan amanat yang harus kami jaga dengan sepenuh jiwa. Hanya doa yang bisa kami panjatkan sebagai kado terindah untukmu sayang.

Ya Allah,
jadikan dia anak yang shaleh,
jadikan dia anak yg rendah hati,
jadikan dia anak yg bijaksana,
jadkan dia anak yg penyayang,

Ya Allah,
jauhkan dia dari sifat hasad dan dengki,
jauhkan dia dari sifat riya dan sombong,
jauhkan dia dari sifat pembohong dan munafik,
dan jauhkan dia dari segala penyakit hati yang lain

Ya Allah,
jika ada sifat buruk kami sebagai orang tuanya yang telah dia lihat,
hapuskanlah dari pikirannya..
dan jika ada sifat baik dari kami,
simpankanlah di dalam memorinya sebagai tauladan dalam menjalani hidup

Ya Allah,
mudahkanlah jalan kami dalam mendidiknya
dan mudahkanlah jalannya untuk menjadi seorang insan yang bertakwa
yang selalu berada di jalan-Mu..

Labels:

Wednesday, November 10, 2010

Jika Anak Sudah Kecanduan Game

# Waduh ini rumah berdebu banget yak..lama gak dikunjungi apalagi dibersihin. Sambil bersih-bersih, sambil nyapa yang setia mampir di gubuk sederhana kami. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Sudah lama banget gak cerita tentang Abrar. Sejak dia mau punya adek lagi, kok rasanya jadi lebih manja, kolokan, cari perhatian dll. Mungkin dari kami selaku orang tua yang wajib instropeksi diri. Cukupkah waktu yang disediakan untuknya? Apakah kasih sayang dan perhatian seorang ibu kepadanya sudah sesuai dengan yang diharapkan?

Maafin Bunda ya Nak, jika waktu yang tersedia untukmu adalah waktu sisa setelah bunda pulang kerja, dimana bunda sudah lelah sehingga jadi gampang terpancing emosi. Bunda berjanji untuk berusaha meluangkan weekend khusus untukmu dan Ayah. Terima kasih Bunda ucapkan atas pengertian yang Ayah berikan, saat bunda harus pulang malam, saat bunda gak sempat masak, saat bunda yang tertidur terlebih dahulu sebelum ayah pulang dan saat bunda uring-uringan tidak jelas.

Abrar sekarang sudah 4 tahun, alhamdulillah tumbuh sehat dan tinggi dibanding teman-teman seusianya. Sangat aktif, suka maen bola dan permainan fisik (gulat dan loncat-loncat). Kami mulai mencoba memperkenalkan computer, dimulai dengan game-game yang edukatif. Awalnya dia sangat tertarik dan menggemari game tersebut. Kami mencoba memberikan game yang lebih variatif, dan sedikit mengenalkan game-game yang ringan (tidak edukatif, just for fun). Sayangnya semenjak mengetahui game tersebut, dia menjadi tidak tertarik lagi dengan game-game edukatifnya. Inilah awal kesalahan kami sebagai orang tua. Semenjak itu dia menjadi "kecanduan" bermain game di komputer. Kita membatasi dengan memberikan kesempatan itu hanya di hari Sabtu dan Minggu, tapi lama-kelamaan di hari biasa pun dia minta untuk maen game. Kalau tidak dituruti, dia akan menangis sejadi-jadinya.

Kami sedang mencoba untuk mendisiplinkan jadwal Abrar, khususnya sepulang sekolah walaupun bukan hal yang mudah. Tapi kami berusaha untuk tidak mudah menyerah, dengan mencoba mencari referensi dan mencoba menerapkannya. Salah satunya adalah dengan artikel dibawah ini yang didapat dari site tetangga. Sekedar sharing, siapa tahu ada ayah dan bunda yang mengalami masalah yang sama dengan kami.

Still learn to be a smart Parents.. :) #




Pernahkah Anda merasa jengkel gara-gara sang buah hati lupa waktu, lupa belajar dan lupa makan gara-gara games ? Ya, saya kira semua orang tua sudah pernah mengalaminya. Atau, jangan-jangan Anda tipe orangtua yang “cuek” atau tenang-tenang saat anak-anak menghabiskan waktu berlama-lama di depan komputer hanya untuk main tembak-tembakan atau pesawat terbang ?
Kemajuan tehnologi dewasa ini telah merambah ke berbagai sektor kehidupan, tidak ketinggalan juga merambah dunia anak, dengan bermunculan sarana tehnologi interaktif, video games, playstation atau internet. Disadari atau tidak sesungguhnya itu telah mengubah suasana rumah, kelas maupun ruang bermain. Permainan yang bersifat interaktif dan kelompok, akan tergantikan dengan permainan yang bersifat soliter
Games, sejenis program permainan yang paling disukai anak-anak di seluruh dunia. Kelahiranya seiring dengan kemunculan teknologi komputer dan media massa. Kehadiran media massa –khususnya elektronik, berbagai peralatan mainan sejenis, seperti ; CD, DVD, Play Station (baca PS) serta terwujudnya dunia maya (internet) menjadi pokok permaslahan tersendiri bagi para orang tua. Apalagi dengan kondisi dunia yang harus menjadikan manusia saling mengejar urusan dunia, kesibukan telah merongrong waktu para orang tua yang seharusnya lebih banyak waktu untuk mendampingi mereka bermain dan berinteraksi di rumah.
Belum lagi harapan-harapan orangtua akan bayangan masa depan yang penuh persaingan membuat mereka harus memilihkan pada si bocah-bocah belia berbagai program-program, yang menurut mereka “unggulan”. Sebut saja kursus ini, kursus itu. Sehingga kebutuhan primer anak, kebersamaan,bermain dengan keluarga menjadi terlupakan.
Padahal, dalam banyak penelitian yang sudah sering dilakukan, kurangnya waktu bermain bisa membuat anak tidak ceria dan kurang percaya diri. Biasanya anak yang kurang bermain kelompok, ia akan minder, kurang supel. Anak yang cukup bermain akan memperlihatkan wajah yang lebih ceria, karena dengan bermain anak akan banyak belajar dari temannya dan sebagai latihan bersosialisasi.
Pada tahap perkembangan anak, bermain sangat penting karena anak akan mengaktifkan sistem motorik dan sosialnya. Namun banyak orangtua tidak menyadari bahwa bermain justru mendorong anak menjadi cerdas. Efek pertama dari bermain adalah anak menjadi senang, kedua membuat anak smart.
Nah, masalahnya, sebagian orangtua meyakini, games, adalah arena permainan yang bisa mengisi waktu dan keceriaan mereka. Benarkah? Tentu saja tidak. Bermain games, amat berbeda dengan ketika mereka bermain, bercengkrama dengan teman-teman sebaya atau keluarga mereka. Bagaimanapun komputer, Play Station adalah sebuah mesin. Ia bukan manusia yang bisa diajak berinteraksi, bisa bicara, dan punya hati dan rasa kasih sayang. Secara psikologis, efek keseringan bermain games atau komputer bagi anak hanya akan mendorong mereka enjoy bermain sendiri (soliter) tanpa adanya interaksi dengan temannya (kelompok).
Berbagai permainan yang ada sekarang ini (games, ps dan komputer) selain hanya sedikit memiliki manfaat justru lebih banyak menyimpan madharat. Aplikasi games yang berupa petualangan, pengaturan strategi, simulasi dan bermain peran, memang dapat meningkatkan daya analisa anak, mendorong rasa keingintahuan (curiosity) anak, meningkatkan daya koordinasi dan sinkronisasi pikiran serta kemampuan menyelesaikan masalah. Yang menjadi permasalahan adalah ketika anak-anak sudah kecanduan dengan barang-barang tersebut.
Berbagai studi telah mengidentifikasi masalah dan persoalan yang muncul sebagai akibat keterlibatan dalam pemanfaatan video games, komputer games, televisi dan dunia maya antara lain adalah dapat menjadi addiction (ketergantungan).
Pengguna games, komputer dan PS yang kelewat batas akan menimbulkan dampak negatif bagi si anak antara lain; mendorong anak untuk asosial, enggan bergaul dengan sekeliling, malas belajar, kurang konsentrasi, pemicu tindakan kekerasan (agresif), berkurangnya perasaan ingin menolong sesama serta pemicu tindakan kriminal (mencuri).
Penelitian The Kaisar Foundation di Amerika Serikat pada tahun 1999, sebagaimana di kutip majalah Monitor, di muat dalam APA 2003, mengungkapkan bahwa anak berusia 2-18 tahun rata-rata menghabiskan waktu lima setengah jam menghabiskan waktu di rumah dengan menonton TV, memainkan Video games, menjelajahi internet.
Seorang peneliti dari Tokyo’s Nihon University melakukan studi tentang efek video games terhadap aktivitas otak. Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi penurunan gelombang bheta pada kelompok yang bermain games antara 2-7 jam setiap hari. Berikutnya penurunan gelombang beta masih terus terjadi meski sudah berhenti bermain, selain itu responden juga manyampaikan bahwa mereka mudah marah, sulit berkonsentrasi dan mengalami gangguan sosialisasi.
Selain games kecanduan akibat media adalah internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Namun sayangnya, tak semua anak siap “dipercaya” atau bisa dilepaskan sendiri dengan dunia maya yang satu ini. Banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet juga salah satu ancaman berbaya bagi anak. Melalui internet-lah berbagai materi bermuatan seks dan kekerasan dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Di Canada dalam sebuah studi menunjukkan bahwa satu dari 12 anak yang sedang berinternet menerima pesan yang berisi muatan seks.
Disadari atau tidak kehadiran media tersebut, telah mengubah kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Di era games, internet dan PS sekarang ini, peran dan kepedulian orangtua sangatlah mutlak diperlukan.
Di bawah ini beberapa tips bagi para orangtua berkenaan dengan maraknya permainan elektronik (seperti games, PS dan komputer):

1. Keteladanan karakter/hidup orangtua merupakan unsur dominan dalam penyiapan anak menghadapi potensi dari dampak negatif
2. Keikutsertaan orangtua dalam memilihh permainan game/ps.
3. Suasana keluarga yang serasi, penuh cinta kasih yang dinikmati anak, merupakan dambaan bagi anak (sehingga anak akan memilih bercengkrama dengan orangtua daripada bermain ps atau komputer)
4. Mendampingi anak ketika bermain dan mendiskusikannya akan dampak dari game tersebut.
5. Menumbuhkan pendidikan agama dan kehidupan spiritual dalam diri anak, dengan tetap memperhatikan perkembangan lingkungan anak
6. Mendorong anak untuk berkarya dan berprestasi di dunia nyata yang dihargai dan dibanggakan orangtua
7. Gunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi anak dari program yang negatif
8. Menyediakan alternativ permaianan yang lebih menarik dan menantang bagi anak
9. Meletakkan computer dan permainan di tempat umum dan terbuka, sehingga orangtua bisa mengawasi dan mengontrol anak
10. Mengisi waktu luang anak dengan kegiatan yang menarik.(luqman-al-hakim_com)

Source: http://zii.web.id/psikologi/jika-anak-sudah-kecanduan-game

Labels: ,

Tuesday, August 11, 2009

Bola

Sekelumit cerita tentang Abrar:

- Mas Abrar seneng banget maen bola baik di luar maupun dalam rumah. Saking kencengnya nendang bola sampai-sampai figura di rumah habis...

Kalo sudah kena figuranya cuma satu kata yang terucap : "berhasil" http://emo.huhiho.com

- Bu Guru: Abrar gak mau ikut pelajaran bu, maunya maen bola terus di luar. Gak bisa diem, suka lari ikut pelajaran olah raga kelas lainnya. Oleh sebab itu sekarang bolanya saya sembunyikan..http://emo.huhiho.com

Labels:

Wednesday, April 8, 2009

Abrar 2 tahun 6 bulan

CATATAN AYAH
Bunda,

Kalau cerita tentang mas banyak yang harus diceritain, Mas sekarang
udah 2 tahun 6 bulan. Mas Abrar sekarang tuch hobinya banyak tapi bola
yang masih menjadi mainan favoritnya. Kalau belajar, Alhamdulillah mas
sudah hafal lebih dari 100 flashcard bergambar yang isi flashcardnya
tentang aktivitas, hewan, kendaraan, peralatan, profesi, mainan dan
ekspresi orang. Untuk flashcard huruf hijaiyah mas masih belum hafal
semua dan mas interest juga belajar huruf hijaiyah. Kedepannya mas
akan fokus belajar flashcard hijaiyah dan kata tanpa gambar.
Kalau urusan menyanyi, mas abrar sudah hafal beberapa lagi dari kereta
api, pelangi2, tik-tik bunyi hujan, cicak2 di dinding dan halo2
bandung. Mas paling suka menyanyi versi rock dengan suara
dikeras-kerasin sambil ada serak2nya trus batuk2 deh. Oya nyanyinya
juga kadang2 sambil ngaca ke lemari. Sekarang mas kalau sekolah juga
gak pakai ditunggu, atung antar-jemput aja. Mas juga banyak temennya
di sekolah dan kalau mas sampai di sekolah, temen2nya pada nyamperin
trus mas dicium karena mas paling kecil disekolah.
Hal yang kurang bagus, mas kalo habis minum suka melempar botol
susunya yang sudah habis. Kalau katanya mbah uti, itu kayak kebiasaan
ayah waktu kecil. InsyaAllah nanti juga hilang sendiri kebiasaan ini.
Mas termasuk anak yang jarang nangis dan kalau menangis jarang yang
serius. Sebentar aja sudah selesai nangisnya bisanya mas nangis karena
dilarang untuk melakukan hal-hal yang kurang bagus.
Udah itu dulu ya bunda. Doain mas selalu ya semoga jadi anak yang sholeh.

Ayah.

BUAH HATI

Takjub disambar syukur
karna hati bisa berlungsur
mengucap syukur
pada Tuhan maha Penghibur

Takjub dalam rebah
karna hati bisa berbuah
oleh kurnia yang maha indah

Duhai buah hati di dalam diri
diamlah dikau dalam sepi
berselimutkan hatiku suci
ingin mengasuh hatimu nanti
sampai kelak waktuku mati
dan engkau gagah berdiri
di sampingku belahan hati……


karya: Neozam
http://soulmate9.wordpress.com/2008/03/31/buah-hati%E2%80%A6-karya-neozam/





Labels:

Friday, January 25, 2008

Abrar sedang Bergaya

Terilhami dari Cempluknya Mbak Gege, jadi pengen utak-atik juga, so jreng-jreng...inilah Abrar...dalam adegan dinginnya (lha gak pake baju, kedinginan lah..he..he.. ;)))




Labels:

Wednesday, January 9, 2008

My Lovely Son


Ini adalah kilas balik cerita kelahiran putraku tercinta "Muhammad Dzakwan Fawwaz Abrar" pada tanggal 4 Oktober 2006, Ramadhan hari ke 11. Pengennya sih ditemani suami saat melahirkan tapi apa daya karena aku harus mengungsi di Demak sedangkan suami masih tinggal di Bogor. Alhamdulillah Abrar lahir dengan relatif cepat (ngerasain sakitnya gak mau lama-lama) di klinik bersalin dibantu satu dokter dan satu bidan dengan berat 3,2 kg panjang 50 cm. Ibuku gak berani nemenin, takut gak kuat.Alhasil aku berjuang sendiri di dalem, tapi aku yakin Allah selalu mendengar doa hambaNya. Abrar lahir tepat jam 5 pagi, suami langsung berangkat ke Demak begitu dikabarin aku dah dibawa ke klinik dan sang Ayah nyampe jam 2 siang, weleh..weleh..ngebut ya Ayah? Kalo ditanyain mirip siapa waktu lahir, suka bingung jawabnya habis perpaduan kita berdua. Tapi kalo sekarang sih bisa jawab, sebagian besar mirip Mas Ayat (suami tercinta) cuma bibirnya aja yg mirip aku, katanya siih....he..he..

Sekarang Abrar udah berumur 1 tahun 3 bulan. Alhamdulillah udah bisa jalan, ngoceh teu puguh (gak jelas), muter-muter, corat coret,dll. Pokoknya aktif banget. Oh ya di Tahun 2007 kemarin Abrar sudah 3 kali masuk Rumah Sakit, hiks..hiks... yg pertama karena diare & muntah (Juli), Panas/Infeksi (Agustus) dan terakhir..(semoga benar-benar yg terakhir) karena diare & muntah lagi (Desember).

Di awal Januari 2008 Abrar p*p*snya merah (ada darah) kata DSAnya karena infeksi saluran kencing...adduuuhh sayang ada apa lagi dengan kamu nak? Kemungkinan besar hal ini terjadi karena lubangnya terlalu kecing, kalo berulang lagi harus sirkumsisi atau khitan. Jadi sampai sekarang bunda masih nunggu perkembangan dari Abrar. Semoga Allah selalu memberi kesehatan untuk kita semua.

Labels: